Informasi Seputar POKJA


img 25 Jan 2025 || By: Admin

Mengenal Keindahan Air Terjun Mil 12 (Doyam Sunge Payau) yang Tersembunyi di Tengah Hutan Kalimantan

Desa Lombok, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, menyimpan pesona alam yang luar biasa. Salah satunya adalah air terjun tersembunyi yang belum banyak diketahui orang. Mengunjungi tempat ini membutuhkan perjalanan penuh tantangan dan ketekunan. Saya merasa tertantang untuk menggali cerita di balik keindahan alam yang masih asri ini.

Kami, rombongan dari LPHD Doyam Tangko Lapan dan Pokdarwis, yang berjumlah sekitar 30 orang, memulai perjalanan sejak pagi hari, mengendarai sepeda motor dan mobil pick up. Kami turut membawa perbekalan untuk mengikuti acara pembukaan wisata air terjun ini. Perjalanan menuju pintu masuk hutan memakan waktu sekitar 17 kilometer dari Kantor Pemerintah Desa Lombok. Jalanan berbatu dan licin akibat hujan semalam menambah tantangan. Setelah satu jam perjalanan, kami tiba di titik parkir yang berjarak sekitar 70 meter dari lokasi air terjun.

Sesampainya di sana, Ketua Adat Paser setempat memulai acara pembukaan dengan ritual adat Paser yang telah dipercaya oleh penduduk setempat. Ritual ini bertujuan untuk melindungi tempat tersebut dari bahaya yang tidak diinginkan. Setelah acara selesai, warga membakar ikan bandeng yang telah dibumbui oleh “dapur emak” yang dibawa dari rumah untuk disantap di lokasi. Saya pun diminta mencicipinya, dan menurut saya, rasanya “mantap pol!”

Hutan lebat yang dikelilingi pohon-pohon meranti dan ulin, dengan suara kicauan burung serta gemericik air dari aliran sungai kecil, memberikan kedamaian tersendiri. Namun, rute perjalanan yang sulit menjadi hambatan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sini. Maskur, salah satu tokoh pemuda, menceritakan sejarah air terjun ini yang sebelumnya hanya dikenal oleh segelintir penduduk setempat. Ia juga bercerita bahwa tempat parkir tersebut dulunya merupakan area kamp karyawan PT Telagamas, namun kini sudah tidak ada. Selain itu, ia menginformasikan bahwa pada Desember mendatang, lokasi ini akan dilengkapi dengan fasilitas toilet umum demi kenyamanan wisatawan.

Keindahan air terjun ini sungguh luar biasa. Air terjun bertingkat-tingkat dengan semburan air yang memercik, sementara di bawahnya terdapat kolam alami dengan air jernih yang menggoda siapa saja untuk menceburkan diri. Saya berdiri terpesona, menatap pemandangan alam yang begitu murni.

Selama beberapa menit, saya merenung tentang betapa langkanya tempat-tempat seperti ini di dunia yang semakin modern. Keindahan alam yang terjaga tanpa banyak sentuhan manusia adalah sesuatu yang sulit ditemukan di masa depan. Di tempat ini, waktu seakan berhenti, dan saya benar-benar merasakan kedamaian yang diberikan oleh alam.

Maskur berpesan kepada seluruh wisatawan yang ingin berkunjung, “Kepada wisatawan yang datang ke sini, mohon dijaga dan dirawat. Jaga kata, jaga sikap. Tempat ini harus terus kita lestarikan karena inilah salah satu anugerah luar biasa yang ada di Desa Lombok. Air terjun ini adalah sumber air untuk seluruh Kecamatan Long Ikis. Kalau kita kotori atau rusak, kita sendiri yang akan rugi,” ujarnya.

Setelah itu, saya kembali ke desa dengan membawa cerita yang saya harap dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih mencintai dan melestarikan alam yang masih asri ini.

Penulis: Nazla Khaeroni/LPHD Doyam Tangko Lapan, Desa Lombok, Paser