Informasi Seputar POKJA
08 Dec 2022 || By: Admin KBCF Dorong Kerjasama Parapihak dalam Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial di Paser
PASER, 6 Desember 2022. Kawal Borneo menyelenggarakan kegiatan ‘Workshop Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial di Kabupaten Paser’. Berlokasi di Hotel Kyriad Sadurengas, kegiatan dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Paser diwakili oleh Kepala Bagian SDA, Usma. Selain itu kegiatan juga dihadiri oleh SKPD lingkup wilayah Kabupaten Paser, UPTD KPHP Kendilo dan Telake, Kepala Desa serta Kelompok Perhutanan Sosial dari Desa Semuntai dan Modang.
Kegiatan bertujuan untuk mensosialisasikan rencana pengembangan program perhutanan sosial dan membangun pemahaman parapihak terkait bentuk dukungan serta peran yang dapat diberikan dalam pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Paser khususnya. Selain itu, kegiatan juga bertujuan untuk membuka peluang kerjasama bagi parapihak untuk memberikan bantuan dan dukungan dalam pengembangan usaha perhutanan sosial.
Kabupaten Paser mempunyai 2 unit hutan desa yang terletak di Desa Semuntai dan Modang. Kedua Desa tersebut telah menerima SK hutan desa pada tahun 2021 dengan luas 939 ha untuk hutan desa Semuntai dan 611 Ha untuk hutan desa Modang. Di akhir tahun 2022, kedua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) menerima bantuan stup madu kelulut beserta dengan alat pendukung panen lainnya seperti baju panen dan alat sedot madu dari kelompok pengelola hutan (KPH) Telake. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen parapihak dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial di Kabupaten Paser.
“Kabupaten Paser memiliki potensi hutan yang cukup luas. Program perhutanan sosial ada untuk memberikan akses legal kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan dan tentu tidak mengurangi fungsi ekologinya”, ujar Usma dalam sambutannya. “Kami tentu berterimakasih KBCF telah secara aktif mendampingi desa-desa yang ada di Kabupaten Paser melalui kegiatan-kegiatan pendampingannya, sehingga saya harapkan dari kegiatan ini kita bisa melahirkan kerjasama dan saling berperan untuk mendukung program perhutanan sosial di Kabupaten Paser”, Tutup Usma.
Wacana yang dibangun dalam tajuk workshop ini juga membahas terkait rencana tindak lanjut pada pengembangan usaha perhutanan sosial. Sebagaimana disampaikan oleh beberapa dinas yang hadir bahwa usaha perhutanan sosial dapat diintegrasikan dengan beberapa program dengan dinas terkait. Hadir juga Kelompok Pengelola Hutan (KPH) yang dapat berkontribusi untuk pengembangan komoditi usaha perhutanan sosial.
“Dibutuhkan forum bersama dengan para pihak terkait pengembangan usaha perhutanan sosial. Melalui forum seperti ini kita dapat saling bertukar informasi terkait apa yang dapat kita kontribusikan untuk pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Paser” kata Mukti Ali, Direktur KBCF.
